Kunjungan ke Foodizz Bersama HIPMA UNIKOM

BANDUNG – Bisnis kuliner secara daring yang semakin dimudahkan dengan perkembangan teknologi digital mendorong pemulihan ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Dalam 3-4 bulan pertama sejak pandemi Covid-19, puluhan ribu UMKM bermunculan untuk belajar bisnis daring secara efektif.

Pada kesempatan kali ini, Hipmi Unikom mendapat undangan untuk berkunjung ke Foodizz, yaitu sekolah yang khusus memfokuskan diri pada bisnis kuliner. Hal tersebut adalah suatu yang patut disyukuri karena Foodizz merupakan satu – satunya sarana belajar ilmu bisnis yang ada di Indonesia khususnya dalam bidang kuliner.

Dalam kunjungan tersebut, pertama – pertama Hipma Unikom di ajak berkeliling mulai dari tempat kerja, fasilitas yang disediakan, hingga kelas – kelas yang sangat memadai. Setelah itu, Hipma Unikom di ajak ke ruangan kelas untuk penjelasan materi oleh narasumber yang tentunya ahli dan seorang pebisnis kuliner yang sangat sukses pada bidang tersebut.

Pada pertemuan tersebut, materi yang dijelaskan oleh narasumber salah satunya ialah kenapa anda harus memulai bisnis kuliner sedini mungkin? Hal tersebut ditanggapi langsung oleh narasumbernya bahwa bisnis kuliner memiliki kontribusi terbesar dalam ekonomi kreatif, serta pastinya relatif mudah dibentuk. Penjelasan selanjutnya kenapa harus Foodizz? Karena Foodizz satu – satunya bidang yang berfokus pada bisnis kuliner, serta yang tak kalah penting ialah perusahaan ini dijalankan langsung oleh pebisnis kuliner ternama yang mengembangkan ratusan cabang. Satu hal yang digarisbawahi juga ialah Foodizz sendiri sudah didukung langsung oleh pemerintah melalui Pak Sandiaga Uno. Beliau berkata “…80% usaha yang dibimbing punya potensi berkembang 2 kali lipat dibandingkan dengan usaha yang dijalankan sendiri.” Adapun ekosistem bisnis kuliner di Foodizz, yaitu resources, investor, mentor, society, regulator, pebisnis kuliner, financial instution, serta edukator.

Diakhir acara ada sharing session melalui sesi Q&A. Berikut adalah Q&AQ&A pada acara tersebut.

1.     Kapan sebaiknya seseorang memulai bisnis dan apa yang harus diperhatikan saat memulai bisnis?

Jawab : Mulai dari sedini mungkin/secepat mungkin dan hal yang harus dipersiapkan itu matangkan bussines plan yang sudah dibuat dengan model bisnis yang ada serta mental didalam diri kita masing-masing.

2.     Apakah perlu membentuk tim seperti CEO, CFO, CTO, dll?

Jawab : Perlu, tetapi jika untuk bisnis pemula bisa melalui partnership dengan catatan memiliki kemampuan yang berbeda, karena untuk meng-hire seorang CEO itu memerlukan biaya yang sangat besar.

3.     Apakah menentukan suatu produk harus berdasarkan hal yangg innovative (fusion) atau makan – makan yang kita makan sehari hari?

Jawab : Buat menentukan produk yang pontensial harus di lihat dari riset apakah marketnya ada atau tidak, klo ga ada produk tersebut perlu di edukasi kepada konsumen, jika ada maka cukup lakukan differentiation.
About Author
admin